RSS

Pages

Download Novel Perahu Kertas



Novel ini mengangkat tema persahabatan empat sekawan , dimana kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan merupakan sosok yang cerdas dan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.
Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung memiliki penampilan berantakan-eksentrik, namun ia memiliki imaginasi yang tinggi, ia juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu yaitu ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima di lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.
Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib. Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda, sesosok gadis yang senasib dengan keenan. Keduanya berbakat menjadi pelukis namun kedua orang tua mereka jugalah yang tidak setuju karena orang tua mereka berpendapat bahwa lukisan tidak bisa menghasilkan uang untuk hidup. Karena merasa senasib, hubungan keduanya semakin dekat.
Namun, saat Kugy melihat hal itu, ia seperti cemburu namun ia juga berusaha untuk menampiknya. Toh, dia juga sudah punya cowok. Entah apa yang ada dibenak Wanda hingga ia mau melakukan apa saja demi menunjukkan rasa cintanya pada Keenan. Ia memang berhasil! Ia memang berhasil membuat Keenan menjadi kekasihnya sekarang. Saat mendengar bahwa Wanda dan Keenan sudah menjadi sepasang kekasih, Kugy seakan ditombak peluru tepat pada dadanya. Kugy tak tahu apa yang ia rasakan. Kugy bingung dengan perasaannya sendiri. Disatu sisi, ia memiliki Ojos kekasihnya, namun disatu sisi ia merasa ada special feeling buat Keenan. Ojos mulai merasakan perubahan sikap pada Kugy. Ia merasa Kugy sudah tak peduli lagi padanya. Hingga akhirnya, hubungan mereka kandas.
Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberi judul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.
Hubungan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Wanda berfikir, Keenan tak sepenuhnya mencintainya hingga mereka berdua menghadapi konflik besar dan akhirnya mereka kandas juga. Saat dua pasang kekasih itu tak lagi menjalin cinta. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.
Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit” yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.
Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah dengan cepat dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu. Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.
Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain. Walaupun Keenan melakukan "long-distance" dengan Luhde dan Kugy tidak bisa selalu bertemu tiap hari dengan Remi, hubungan cinta mereka baik-baik saja. Mereka merasa telah menemukan cinta masing-masing. Namun, hal tersebut tak bertahan lama. Luhde merasa hati Keenan tak sepenuhnya untuk dirinya dan Remi-pun juga merasa seperti itu. Dan pada akhirnya lukisan dan dongeng itu bersatu serta hati dan impian mereka bertemu.
Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Download Novelnya Disini!

Download Novel Babi Ngesot : Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang



Judul               : Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang
Genre              : Non-Fiksi Komedi
Penulis            : Raditya Dika
Penerbit          : BukunĂ©, Jakarta (2008)
Cetakan IV     : Juni 2008
ISBN               : 978-602-8066-10-5
Tebal               : viii + 240 halaman, 11, 5 x 19 cm
Harga              : Rp. 32.000,-

   Pertama-tama, mari kita berdoa kepada Tuhan menurut agama dan kepercayaanya masing-masing agar kita nggak ikutan kesurupan oleh buku yang gak diridhoi ini. Yang kedua, tarik napas panjang-panjang sampe ngeden dan keluarkan lewat pantat alias kentut..(maaf, disensor). Ketiga, baca buku ini di kegelapan pas di kuburan jam 12 malem. Oke, oke, yang terakhir itu gue bercanda.

   Batak satu ini memang rada KOPLAK! Setiap gue membaca buku-buku Raditya Dika, orang rumah pasti concern-nya lebih (seneng aja sih diperhatiin!). Mulai bokap, ama nyokap mulai gelisah kalo gue dah masuk ke alam lain berkat bukunya Si Radith. Pada bentar bentar ngeliatin gue, duduk gak bisa diem lagi bisulan (hehehe..). Antara kuatir kesehatan mental gue jadi menurun sampe takut beneran gue punya kepribadian ganda yang kacau.Lha bener gak kekuatiran mereka? Ya sih, gue sendiri rada-rada ngeri sebenarnya. Makanya, pas novel “Babi Ngesot” ini gue pinjem, gue langsung minta jimat ke Mama Laurent agar nggak terpengaruh daya peletnya tuh buku.

   Baidewei, eniwei, and baswei, novel ini memang pantes dapet predikat novel “BEST SELLER” oleh pembaca Indonesia. Soalnya, gue sendiri yang kadang susah ketawa, baca nih novel langsung ngakak sampe mejret-mejret dan stress gue selama ini ada di perut ilang semua meskipun banyak hal absurd-nya. Wahhh, gue terus heran, kok bisa gini ya..??jangan-jangan nih novel beneran ada penunggunya ato mantranya gitu. Gue langsung ngibrit lari ke kamar and langsung tidur nyenyak dengan maksud biar nggak ketakutan gitu.
Oiya, jadi ngelantur nih, gue kasih nih resensinya sebelum nih novel gue bakar idup-idup biar nggak kena kutukan, tapi sayangnya buku ini gue sewa, jadi niat tersebut gue urungkan menjadi ngebakar langsung tokonya pake obor :

   Novel ini adalah karya ketiga dari penulis remaja terrnama Raditya Dika.Cerita ini seperti biasa yaitu, seputar kehidupan Raditya Dika yang geblek, ajaib, dudul, merangsang, aneh tapi nyata, ampe bikin ilfil.


   Gini nih ceritanya, awalnya Radith yang memasuki kelas 10 (1 SMA) yang bimbang buat milih yang pas buat dia tempatin. Sampe-sampe dia tanya sama dukun deket rumahnya. Dan pilihannya jatuh sama SMA 70 Bulungan. Alesannya, selain deket mall, deket jalan gede, ia bilang juga deket pasar burung (aneh-aneh juga nih anak). Lalu dia menjalaninya dengan riang gembira tanpa ada beban sampai ia dengar katanya anak kelas 3 suka ngerjain anak kelas 1. Radith sampe nelen ludah denger berita tersebut. Lalu dia dengan cerdik buat rencana melarikan diri dari buruan anak kelas 3 tersebut.

   Selain problem tersebut, masih banyak kejadian aneh yang menimpa Radith selama ada di kelas 1. Setelah pindah rumah dia juga diteror oleh “setan berambut poni” yang mirip sama Britney Spears dan kejadian mistis lain yang menimpa keluarganya. Ampe pembantunya ikutan kesurupan (ckckck..ini rumah apa kuburan). Dan munculnya penyakit aneh yang ada pada keteknya. Gak sampe disitu aja, cerita pahit pas pacaran, pas pun terus menimpa Radith sampe ia mikir buat tobat.

   Nah tuh tadi resensinya, folks. Hmmmm…yo weslah yang penting novel ini bagus banget dan kalo pengin tau kelanjutannya, silahkan beli di toko sepatu terdekat (toko buku maksudnya). And don’t forget to buy this book at original..(artinya=dilarang merokok)


   Kesimpulannya, gue lebih suka nih buku daripada yang “Kambing Jantan” dulu, soalnya gue nggak nemuin hal-hal lama di tiap ceritanya (ato bahasa gaulnya monoton) dan pastinya bikin kita ngakak seharian di rumah ampe dikira orang gila. Meskipun kadang-kadang ada kata-kata yang mengandung unsur porno-nya, tapi gue malah suka yang kayak gitu (buat nambah kosa kata..hehe..). Dan yang lebih bagusnya lagi, di tiap cerita ada animasi-animasi baru yang kocak (soalnya di novel “Kambing Jantan” belum ada animasinya) bikin kita lebih mudah buat memahaminya. And the last, tentang covernya yang lucu dan selalu menarik buat dilihat. Tapi gue masih bingung, kenapa Radith selalu masang judul selalu tentang binatang dan masang tampang orang bego dan blo’on di cover..??gue ampe semedi di kamar mandi 7 hari 7 malem dan mandi bunga tujuh rupa pun belum nemuin sampe sekarang. Eniwei, buat Radith, maju terus pantang mundur (ntar kalo mundur dikira ikut lomba Agusutus-an) dan berkaryalah terus yang makin lama makin bagus. Amin..

Download Novelnya Disini! 

Download Novel Kambing Jantan




1. Identitas Buku :
Judul Buku: Kambing jantan pelajar bodoh
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: Gagas Media
Kota: Jakarta selatan
Tanggal terbit: Cetakan pertama 2005, Cetakan kedua puluh delapan 2010
Jumlah halaman: 237
Desain cofer: soft cover
Kategori: Remaja Umum
Text Bahasa: Indonesia

2. Pengantar
a. Latar belakang penulis
Raditya Dika, lahir di Jakarta, 28 Desember 1984, dikenal sebagai penulis buku jenaka yang sukses membuat pembacanya tertawa melalui kisah hidupnya sehari-hari. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadinya yang kemudian dibukukan. 

b.Perbandingan karya-karya penulis
Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. Kambing Jantan adalah kumpulan cerita sehari-hari yang konyol dan unik dari kehidupan seorang Radith ini. Buku ini ditampilkan dalam format diary (buku harian). Seluruh cerita dalam karyanya tersebut berasal dari blog pribadi terdahulu milik Radith, www.kambingjantan.com, yang sekarang menjadi www.radityadika.com. Semua kisah lucu di dalamnya merupakan kisah nyata dari tahun 2002-2004. 

c. Tema yang disampaikan
Radit sukses menjadi penulis karena ia keluar dari arus utama (mainstream). Ia tampil dengan genre baru yang segar karena memang belum banyak yang masuk ke dunia tulisan komedi. Apalagi bergaya diari pribadi(personalessay).

Buku ini “ Kambing Jantan- sebuah Ctatan harian pelajar bodoh “ secara tidak langsung membuat ketertarikan ingin membacanya. Yang paling mempengruhi itu adalah judulnya yang berbeda dari penulis lain, ide nama binatang. Banyak orang yang salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya, padahal isinya sangat berbeda dengan yang mereka prediksikan. Kambing Jantan ini di ambil sebagai judul karena Radith biasnya di panggil dengan sebutan kambing dan Jantan karena dia seorang laki-laki. 
Menurut saya, tulisan-tulisan Bang Dika ini tidak mempunyai tema khusus karena semua tulisan merupakan kejadian sehari-harinya yang ajaib.Yang patut di bagikan kepada banyak orang.

d. Sinopsis cerita
Buku ini kebanyakan menceritakan saat Radith yang bersekolah di Adaleide sebuah kota di Australia. Cerita kehidupannya yang sering di postingkan keblognya ini terihat menarik karena Radith mengulasnya dengan gaya komedi yang natural. Kejadian-kejadian yang dialaminya pun seringkali kejadian yang tidak biasa.

Membaca buku berjudul "Kambing Jantan" adalah merupakan pengalaman baru membaca blog dari media online dalam media cetak. Label "best indonesia blog" merupakan alasan bagi sang penerbit untuk mengedarkan buku ini. Apalagi sang penulis, radith/dika atau malah yang disapa kambing, mampu membuat saya terkekeh atau tertawa konyol ketika mengikuti kehidupan pribadinya. Ada kegilaan yang terselip di antara aktifitas harian sang tokoh. Bahkan sang penulis malah menyebut lebih kasar lagi. "Catatan harian pelajar bodoh" sengaja ditampilkan sebagai sub title buku ini. 
Radith - atau generasi internet lainnya - lahir dan besar di alam globalisasi dan era teknologi komunikasi. Lintas budaya menjadi hal keseharian yang kerap dijumpai sang tokoh... apalagi ia kuliah di ostrali - begitu ia menuliskan Australia. Namun bukan pengalaman hidup di luar negeri yang menjadikan buku ini menarik... tetapi tentang culture gap. Kesenjangan budaya ketika penulis berinteraksi dengan orang-orang bule di kota kecil bernama Adelaide.
Misalnya ketika Dika harus menanggung rasa kesal karena ada seorang (bukan dari indonesia) yang menyatakan bahwa orang Indonesia mengunakan tangan kiri untuk membersihkan di saluran belakang manusia... hehehehe... Juga saat sang dosen salah memanggil nama Dika dengan sapaan Nike atau salah seorang teman dengan beragam sapaan yang berbeda-beda. Sama seperti kita mendengar suara letusan sebagai "dor", dan orang bule dengan "bang". Kekonyolan lain ketika radith dan kawan-kawan harus menemui sekawanan orang ostrali mabuk di jalan pada malam hari. 
Buku ini juga menggambarkan bagaimana kambing harus mengalami ketergantungan teknologi atau beragam aktivitas "bodohnya" serta sifat pelupa, jorok, dan liar, baik di jakarta maupun adelaide. Begitu pula dengan kehidupan keluarga yang juga sedikit aneh. Sayangnya kehidupan asmaranya, dengan seorang gadis bernama "Kebo" tak mendapat porsi banyak. Atmosfer global juga sangat kental dalam buku ini. Misalnya pengunaan bahasa gado-gado indonesia-english atau kata-kata macam "wadefak". 

Buku ini terdiri dari 63 cerita. Cerita yang paing lucu menurut saya adalah saat Raditya Dika yang mengalami infeksi diwajahnya setelah pulang dari salon. Alhasil wajah Dika penuh dengan jerawat. Ibunya pun panik dan merawat dika dengan sabarnya setiap hari. Setiap malam muka dika diolesi dengan lotion dan toner dan jerawat dika pun berangsur hilang. Ternyata Ibunya dika bilang, rahasia kenapa wajahnya hilang dari jerawat bukan karena lotion yang dioleskan kemukanya melainkan karena kain yang di pakai untuk mengusap muka dika itu adalah kolor ayahnya. 


Download Novelnya Disini! 

Download Novel Cinta Brontosaurus


rf-review-buku-cinta-brontosaurus.jpg



·        Pengarang              : Raditya Dika
·        Genre                    : Komedi, Percintaan
·        Penerbit                 : Gagas Media
·        Tahun Terbit          : 2006
·        Tebal Buku            : 160 Halaman
·        Harga Buku            : ± Rp 20.000.00
·        ISBN                     : 979-780-059-8

2.       Pendahuluan

A.       Isi Novel
Novel ini berisi 13 pengalaman sang penulis (Raditya Dika) yang dikemas jadi satu novel. Yang pasti sesuai dengan judulnya novel ini berisikan cerita-cerita cinta sang penulis yang di kemas menjadi sebuah cerita komedi yang bisa bikin pembaca tertawa terbahak-bahak dengan keluguan, kelucuan, dan kekonyolan Raditya Dika. Cerita dalam novel ini adalah pengalaman nyata sang penulis.
B.       Tujuan Penulis
Menuliskan pengalaman pribadinya menjadi sebuah buku humor dan tentunya membuat para pembaca terhibur dengan tulisannya.
C.       Manfaat Novel
Novel karangan Raditya Dika yang ini sangat bermanfaat bagi para pembaca remaja khususnya. Karena bisa dikatakan Raditya Dika di dalam novel ini seperti sedang melakukan stand up comedy dihadapan para pembaca.
D.      Audiens (Sasaran Pembaca)
Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya para remaja. Karena ceritanya yang bergenre komedi dan dihiasi cerita tentang percintaan.


3.       Tema Cerita
            Cerita dalam novel ini bertema komedi dan percintaan.


4.       Sinopsis Novel
            Novel Cinta Brontosaurus ini menceritakan tentang kisah sehari-harinya seorang penulis buku yang bernama Raditya Dika yang lahir pada tanggal 28 desember 1984, novel ini dimulai dengan kisah cinta Raditya Dika saat duduk di bangku SD.
Ketika duduk di bangku SD, Raditya Dika menyukai seorang anak perempuan di kelasnya yang bernama Lia. Ia memutuskan menulis surat cinta pada gadis pujaannya itu. Agar terlihat keren, ia berencana menulis surat tersebut dalam bahasa Inggris. Ia bermaksud mengatakan "Aku memikirkanmu setiap malam" dalam bahasa Inggris. Sial, ia hanya tahu bunyinya,  tak tahu bagaimana cara menulisnya.
            "I thing of you every..." dengan sok tahu ia mulai menulis. Tapi bagaimana menulis 'Night'? Untunglah pada saat itu ada tayangan Masked Rayder Knight. Aha! Langsung ia berpikir pastilah itu cara menulis 'Night'. Tanpa pikir panjang ia melanjutkan menulis "I thing of you every knight".
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ternyata Sang Pujaan Hati pernah tinggal di Amerika. Bukannya menanggapi cinta Dika, dalam surat balasannya Lia malah mengkritik kata-kata yang salah dalam surat cinta Dika. Jadilah surat Dika bagai karangan yang sedang dikoreksi oleh guru bahasa Inggris. Lebih parah lagi karena ternyata Lia sudah mempunyai pacar. Cinta pertama Dika pun berakhir tragis.
            Cerita di atas hanya salah satu dari beberapa cerita dalam buku "Cinta Brontosaurus". Dalam buku keduanya setelah "Kambing Jantan, Catatan Harian Pelajar Bodoh" ini, Raditya Dika bercerita tentang pengalaman hidupnya yang sebagian besar bertema cinta, dari kisah cintanya ketika SD hingga kisah cinta antara kucing kampung dan kucing persia. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, buku ini menjadi menarik karena dibumbui dengan pikiran-pikiran konyol Dika. Sifatnya yang humoris dan keahliannya mengolah kata membuat Dika mampu mengemas cerita yang sebenarnya tragis menjadi kocak. Jika kebanyakan orang berusaha melupakan dan menyembunyikan kejadian yang memalukan, Dika malah dengan blak-blakan menceritakannya, mulai dari sarung yang melorot, menghadapi anak yang super bandel di Australia, hingga adegan film 'porno'. Tak hanya itu, Dika juga merelakan ke'abnormal'an para anggota keluarganya diekspos.

Download Novelnya Disini! 

Download Novel Manusia Setengah Salmon

48539_f
Judul buku : Manusia Setengah Salmon
Pengarang : Raditya Dika
Penerbit : Gagas Media
Edisi cetakan : I
Tahun terbit : Desember, 2011
Tebal buku : 272
Harga buku : Rp 42.000
Dunia sastra Indonesia kini dibanjiri dengan buku-buku kumpulan cerpen bertemakan komedi. Buku kumpulan cerpen yang berjudul Manusia Setengah Salmon karya Raditya Dika ini misalnya. Buku keenam yang ditulis setelah Marmut Merah Jambu juga mendapat respon yang sangat besar dari pembaca. Antusiasme ini dapat terlihat dari banyaknya pembaca setia buku-buku Raditya Dika menunggu peluncuran buku ini.
Buku keenam ini memiliki format penulisan yang sama dengan buku sebelumnya. Buku ini ditulis dengan gaya khas Raditya Dika yaitu menjelek-jelekkan diri sendiri. Bukunya juga akan lebih tebal sedikit dibandingkan Marmut Merah Jambu. Berbeda dengan buku-buku Radit sebelumnya, Manusia Setengah Salmon tidak ada pre-order (pesan duluan) resminya.
Berikut cuplikan cerita dari suatu bab di buku ini :
Nyokap memandangi penjuru kamar gue. Dia diam sebentar, tersenyum, lalu bertanya, ‘Kamu takut ya? Makanya belom tidur?’
‘Enggak, kenapa harus takut?’
‘Ya, siapa tahu rumah baru ini ada hantunya, hiiiiii…,’ kata Nyokap, mencoba menakut-nakuti.
‘Enggak takut, Ma,’ jawab gue.
‘Kikkikikiki.’ Nyokap mencoba menirukan suara kuntilanak, yang malah terdengar seperti ABG kebanyakan ngisep lem sewaktu hendak photobox. ‘Kikikikikiki.’
‘Aku enggak ta—’
‘KIKIKIKIKIKIKIKI!’ Nyokap makin menjadi.
‘Ma,’ kata gue, ‘kata orang, kalo kita malem-malem niruin ketawa kuntilanak, dia bisa dateng lho.’
‘JANGAN NGOMONG GITU, DIKA!’ Nyokap sewot. ‘Kamu durhaka ya nakut-nakutin orang tua kayak gitu! Awas, ya, kamu, Dika!’
‘Lah, tadi yang nakut-nakutin siapa, yang ketakutan siapa.’
Setelah membaca kalimat-kalimat dalam buku yang memuat 19 bab ini, saya simpulkan bahwa penulis mempunyai paradigma yang unik dalam menyikapi sebuah pengalaman ataupun kejadian yang ia alami. Cerita yang diceritakan dalam buku ini bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Simak juga bab berisi tulisan galau, observasi ngawur, dan lelucon singkat khas Raditya Dika. Dan juga, akan ada komik di beberapa bab, ada ilustrasi juga di beberapa bab yang di buat oleh Ardiano Rudiman.
Hal menarik lainnya adalah teknik penceritaan dalam buku ini. Radit berhasil meramu pengalaman-pengalaman kecilnya dengan gaya humor dan bisa ditertawakan oleh pembacanya. Radit menggunakan bahasa gaul seperti “lo” dan “gue’ sehingga buku ini cocok dibaca oleh kalangan remaja yang berharap jadi gaul. Selain itu, buku ini berisi lelucon-lelucon yang bisa menemani waktu senggang dan sebagai pengganti dongeng sebelum tidur.
Sayangnya, bahasa yang digunakan dalam buku ini terkesan terlalu vulgar dan menjelek-jelekkan diri. Kalau dilihat dari keseluruhan isi buku, kebanyakan isi buku ini menceritakan tentang kebodohan dan kesalahan-kesalahan penulis. Ini menunjukkan seakan-akan kebodohan dan kesalahan patut untuk ditertawakan.
Asalnya judul buku ini adalah Salmon Galau. Tapi, kemudian Radit mengubah judunya jadi Manusia Setengah Salmon.
Download Novel Manusia Setengah Salmon : Disini

Download Novel Marmut Merah Jambu


radityadika
Novel Marmut Merah Jambu
Judul Buku : Marmut Merah Jambu
Genre Buku : Nonfiksi – Komedi
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Bukuné
Tempat Terbit : Jakarta
Tanggal Terbit : 1 Juni 2010
Tebal Buku : 222 hlm ; 13×20 cm
Harga Buku : Rp 39.000

Raditya Dika adalah seorang penulis dan juga blogger yang telah terkenal dengan buku – bukunya yang bertema komedi. Setelah sukses dengan buku – buku sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus dan Babi Ngesot. Yang paling terkenal adalah buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan yang telah dikomikkan dan difilmkan, pada tanggal 1 Juni 2010 Dika meluncurkan buku kelima-nya yang berjudul Marmut Merah Jambu.

Seperti yang di kutip pada sinopsis buku ini:
Marmut Merah Jambu adalah kumpulan tulisan komedi Dika. Sebagian besar dari tiga belas tulisan ngawur di dalamnya adalah pengalaman dan observasi Dika dalam menjalani hal paling absurd (konyol) di dunia : Jatuh Cinta.

          Sama dengan buku – buku sebelumnya, judul buku ini masih bertema binatang: Marmut Merah Jambu. Secara garis besar, buku ini adalah soal cinta dengan bagaimana memahami apa itu cinta melalui introspeksi ke dalam pengalaman – pengalaman Raditya Dika sendiri dan tentu saja dengan khas gaya komedinya yang lebih manis dan halus berbeda dengan buku sebelumnya.
Ya..! di buku yang kelima ini Dika telah mencoba memperbaiki kebiasaanya dalam menggunakan kata- kata yang cenderung selengean, karena sebagian besar peminatnya adalah anak remaja. Jadi, penggunaan kata dalam buku ini lebih halus, namun bukan berati kehilangan khasnya Dika. Lelucon – lelucon  yang bisa mengocok perut waktu membaca buku ini tetap ada.

Ada pula Dika banyak menggunakan kutipan – kutipan yang menarik dari beberapa komik. Salah satunya kutipan dari komik Peanuts yang dipakai, ketika tokoh Charlie Brown yang sangat suka selai kacang. Dia jatuh cinta terhadap seseorang dan cintanya tak terbalas. Inilah kata – kata dari Charlie Brown “Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love”.

Dari segi cerita, buku ini terdiri atas tiga belas bab yang berupa cerita yang saling lepas. Sebagian besar cerita di buku ini adalah membahas pengamatan dan pengalamn pribadi Dika. Ada cerita cinta masa – masa puber saat SMP sampai sekarang ini, jatuh cinta diam – diam, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta yang datang tidak disengaja, sampai di taksir sama dua cewek kembar aneh. Semuanya ditulis dengan gaya komedi dan konyol yang nggak akan ngebosenin.

Semua yang dituliskan di buku ini tetang diri Dika sendiri, tapi yang ditulisnya adalah hal – hal aneh, konyol dan rada sedikit bego. Bahkan, disini diungkapkan tentang saran seorang temannya, agar Dika menulis sesuatu yang serius karena dia mampu untuk itu. Bener juga sih, untuk apa nulis sesuatu tentang kebodohan diri sendiri? Namun, yang berhasil Dika lakukan disini adalah meramu semua itu menjadi sesuata yang lucu dan bisa ditertawakan rame – rame. Yang akhirnya kita bisa berkaca dari pengalaman Dika untuk bisa menjadi lebih baik.

Dari ke tiga belas bab di buku ini saya (peresensi) memilih beberapa bab yang cukup menarik untuk di review (kutip) dalam resensi ini, salah satu judulnya Pertemuan Terakhir dengan Ina Mangunkusumo.

Cerita ini berawal saat Dika bercerita tentang pertemuannya dengan seorang cewek yang pernah ditaksirnya pada masa SMA, namanya Ina. Setelah sebelumnya sukses mengajak jalan cewek ini (diceritakan di bab Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo), kebiasaan itu terus berlanjut tanpa ada kesan – kesan berarti bagi Ina. Mereka pun berpisah karena Dika harus kuliah di Adelaide. Sampai kemudian mereka bertemu kembali. Pada pertemuan mereka kemudian, Ina sudah bekerja di sebuah Event Organizer dan Dika telah menjadi penulis. Mereka melakukan pertemuan seperti dahulu.

Di kesempatan itu, Ina curhat dengan Dika tentang Anto, cowok yang selalu diceritakan Ina ke Dika pada masa SMA dulu dan Ina ternyata masih menyimpan perasaan kepada Anto. Sampai akhirnya Anto bilang ke Ina kalau dia sudah punya pacar, saat itu Ina mulai sadar akan keberadaanya.

Sebenernya di pertemuan ini Dika ingin memberi tau Ina kalau dia lagi membuat buku baru, yaitu Marmut Merah Jambu yang akan ada bab tentang perasaan cintanya tak terbalas pada Ina yang nggak pernah tau. Saat itu, Dika dibilang berada dalam keadaan bingung untuk mengambil keputusan bagaimana caranya untuk memberi tau Ina.
Akhirnya Dika mangatakannya juga pada Ina. Tapi sebelum selesai bercerita…
‘…Di salah satu bab buku ini ada cerita tentang cewek yang gak pernah bisa gue dapetin.’
Ina menaikkan alisnya, mulutnya kebuka setengah, lalu dia ketawa sekenceng – kencengnya, ‘HAHAHAHAH! Cinta tak terbalas? Serius? Lo ngapain peke nulis gituan segala sih?’
Muka Ina berubah jadi merah. Seolah – olah dia baru diceburkan ke dalam kuali. Sedangkan muka gue juga berubah jadi merah. Solah – olah gue ikutan nyebur dalam kuali, belepotan minta tolong.
“Bukan sama gue kan? Hahahahahah!” Ina ngomong ngasal.
“Eeeeeeerrr yah bukan, masa sama elo, bukan, iya lah bukan, hahahahah bukan hahahahah, gak segitunya, ge’er lo!” gue mulai meracau. Kampret……
Ina menghela napasnya. Dia berkata, ‘Lo tau gak sih. Menurut gue pemikiran yang bilang, “kita hanya bisa sempurna jika ketemu dengan soulmate kita” itu pemikiran yang jahat banget.’
‘Maksudnya?’
‘Gini lho,’ kata Ina. Sekarang dia melihat ke mata gue tajam. ‘Kenapa kita baru bisa dibilang komplit dengan kehadiran orang lain itu? Kenapa gak dengan kehadiran sebuah barang, atau…atau hobi, baru kita dibilang komplit? Kenapa harus dihubungkan dengan orang lain? Kenapa kesempurnaan hidup kita, sebagai manusia, harus ditandai bahwa kita udah bisa ketemu dengan soulmate kita?’

Bener juga sih… Bagaimana dengan para jomblo abadi, yang mungkin mati sendirian? Bagaimana dengan orang yang memilih untuk tidak pernah mencintai orang lain? Atau, ini yang paling parah: bagaimana dengan orang yang cintanya selalu bertepuk sebelah tangan?

Unrequited love (cinta tak terbalas), adalah hal yang paling bisa bikin kita ngis tanah. Untuk tau kalau cinta kita tak terbalas, rasanya seperti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkan orang tersebut. Rasanya, seperti diingatkan bahwa kita, memang tidak sempurna, atau setidaknya tidak cukup sempurna untuk orang tersebut.
Cerita berakhir dengan memberikan kita sesuatu momen perenungan yang intinya tentang keberadaan seseorang yang takkan bisa kita lupakan sepenuhnya. Orang yang, (mengutip Charlie Brown yang sangat suka selai kacang dari komik Peanuts) menghilangkan rasa selai kacang Dari lidah kita. Buat Dika, Ina adalah orang yang menghilangkan rasa selai kacang di lidahnya.

Yang awalnya Dika ingin membocorkan rahasia isi bukunya, pada pertemuan itu pula Dika mengurungkan niatnya sampai akhirnya buku ini terbit. Itulah hal ter-manis yang Dika lakukan.

Kemudian bab yang akan di review (kutip) dalam resensi ini yaitu bab terakhir yang menjadi favorit saya (peresensi). Di bagian bab Marmut Merah Jambu inilah kita bisa melihat sisi aslinya sang penulis Raditya Dika.
….Dia melihat gue dan bilang dengan sungguh – sungguh, ‘Kita bakalan kayak gini terus, kan?’
‘Aku pengen kita begini terus,’ kata gue, sambil mempererat genggaman gue.

Saat itu gue sadar, inilah apa yang coba gue (Dika) coba tulis di buku Marmut Merah Jambu ini: tentang bagaimana manusia pacaran, tentang manusia jatuh cinta, tentang gue jatuh cinta. Dari mulai bagaimana jatuh cinta diam – diam, sampai naksir via chatting. Dari mulai susahnya mutusin cwek, sampai ditaksir sama cewek aneh. Dari mulai kita nembak cewe, sampai akhirnya membuat janji seperti lazimnya orang pacaran lainnya, seperti: kita bakalan kayak gini terus. Janji yang terkadang gak bisa ditetapi.
Dika memulai buku ini dengan berusaha memahami apa itu cinta melalui introspeksi ke dalam pengalaman – pengalaman Dika sendiri. Dan di halaman terakhir Marmut Merah Jambu ini, Dika merasa… tetap tidak mengerti, sama seperti Dika memulai halaman pertama.

Alih – alih seperti belalang, Dika merasa seperti seekor marmut merah jambu yang terus – menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship (hubungan) ke relationship yang lainnya, mencoba terus berlari di dalam roda bernama cinta, seolah – olah maju, tapi tidak… karena sebenarnya jalan di tempat. Seperti marmut yang tidak tau kapan harus berhenti berlari di roda yang berputar.

Jadi, yang bisa pembaca ambil maknanya dari buku ini adalah bagaimana kita bisa berkaca dari pengalamannya Dika untuk bisa jadi lebih baik, bagaiman kita bisa menertawakan dan have fun dengan kesalahan / kekeliruan / kekurangan yang kita miliki. Bukan berarti kita tidak tau diri dan tidak punya malu. Hanya saja, ketika kita tak sengaja membuat kesalahn, kita jangan terlalu terpekur, tertegun dan merenungi nasib hingga depresi. Seharusnya, hal tersebut dapat dijadikan pengalaman untuk lebih baik, tidak perlu sembunyi akan kesalahan tersebut, bahkan kita dapat mengungkapkannya lewat sebuah cerita yang di tulis di blog yang akhirnya tak disangka bisa dijadikan novel seperti Raditya Dika. Tentu saja dengan tujuan agar kita bisa lebih baik dari waktu yang akan datang.

Hikmah lain yang bisa pembaca ambil juga adalah, tentang kekompakan dan curahan kasih sayang sebuah keluarga. Yang ternyata Dika sangat perhatian dengan adik – adiknya bahkan kucing peliharaan keluarganya dibuatkan tokoh utama di salah satu bab dimana sang kucing ‘dimanusiakan’. Disini juga diceritakan sang mama yang sangat khawatir dengan sunatan Edgar adik bungsu dika  berharap segalanya berjalan lancar (diceritakan di bab Balada Sunatan Edgar). Lalu tentang royalty buku – buku Dika yang diperuntukan adik – adiknya. Cerita tentang ayahnya yang sepertinya cuek tapi ternyata perhatian pada Dika dengan ngasih bingkisan lewat orang suruhan ayahnya di detik – detik terakhir di bandara ketika Dika mau shooting di Oz (diceritakan di bab Catatan Si Pemeran Utama dengan Muka Kayak Figuran).

Ada juga cerita tentang sebuah perjuangan dan konsistensi. Di bab yang bejudul Catatan Si Pemeran Utama dengan Muka Kayak Figuran ini, diungkapkan mengenai proses pembuatan buku kambing jantan hingga menjadi sebuah film. Awalnya Dika ditawari sebuag PH ternama yang bukan merupakan PH yang akhirnya menjadikan film kambing jantan terwujud. Sampai akhirnya, Dika bertemu dengan produser yang benar – bener mewujudkan terealisasikannya film kambing Jantan walau dalam waktu yang cukup panjang dari dibukukannya Kambing Jantan.

Buku Marmut Merah Jambu ini ditulis dengan bahasa sehari – hari Dika atau bahasa khas gaul anak Jakarta. Disini kemampuan Dika meramu kata – kata yang tak biasa dan menjadikannya humor telah jauh berkembang. Buku ini seperti ditulis dengan pertimbangan yang lama dan panjang untuk setiap kata – kata dan kalimat – kalimatnya. Dan yang paling luar biasa dari karya Dika adalah kata – kata kontemplatif yang ditulisnya disetiap bab. Dengan sukses membuat perasaan pembaca menjadi bercampur aduk, dalam buku ini Dika membedahnya cukup baik dengan menembak dengan mengena pada bagian – bagian tertentu yang bisa membuat pembaca termenung sejenak, mengingat hidup mereka, kemudian bisa jadi berakhir dengan senyuman bahagia atau senyuman yang tak bisa digambarkan dengan kata – kata, tertawa terbahak – bahak samapai teriris miris.
Dilihat dari fisiknya, buku ini lebih tebal, dan lebih berbobot. Cover depannya memiliki warna yang lebih terang dan cerah. Kertas yang digunakan juga mempunyai kualitas yang bagus. Terdapat pula pembatas buku yang pada cetakan pertama berbentuk kaos dan cetakan kedua berbentuk marmut.

Setiap buku tentu mempunyai kekurangan dan kelebihan. Tak terkecuali buku ini. Saying sekali, ada beberapa kalimat yang tidak lengkap atau hilang pada beberapa bab yang mungkin akibat kesalahan pada bagian editing. Contohnya pada bab Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo, ada paragraph yang tidak selesai dan sehingga membuat pembaca agak bingung dengan missing scene ini.

Jenis humor yang berbeda dari Dika ketimbang di buku sebelumnya juga mempengaruhi pembaca. Karena humor yang ada di sini bisa dikatakan lebih halus. Sulit sebenarnya mengatakan apa itu kelebihan atau kekurangan, karena itu sebenarnya masalah selera pembaca. Sebagian pembacaada yang mengatakan bahwa Marmut Merah Jambu lebih lucu, tapi ada juga yang mengatakan kurang. Tapi menurut saya (peresensi), sejauh ini buku yang di tulis Dika tetap memberikan hal yang bagus dan menarik.
Download bukunya Disini : Download Buku Marmut Merah Jambu

SosMed Bikin Lupa Waktu


Ass. sobat! Gue belajar banyak lewat SosMed. Tapi gue heran, kok bisa? gue internetan jam 7 pagi (niatnya jam 9 udah selesai sih) eh pas ngeliat jam udah jam 3 Siang!! gilak. Gini, pernah gue waktu kelas 4 SD, gue diajakin Main ke Warnet sama temen gue. Gue kan belum tau tuh, terus semakin gue liatin, kayaknya seru juga yahh mainnya. Keesokan harinya kan Hari Minggu, gue udah mandi, udah wangi, udah segalanya deh. Minta uang sama mama.
" Mama, saya minta uang Rp. 2000-, Aja! " kataku sambil manja.
" Untuk apa?? " katanya sambil baca komik Cinderella-nya.
" Untukk... (mikir?? kasi tau nggak yah?) " sambil liatin cicak di atas plafon.
" (tutupin komiknya) Untuk apa? kalau buat yang nggak penting mama nggak mau ngasih! " (katanya sambil melihat kacamatanya yang +125) 
" Penting kok!!.. " kataku
" Tapi buat apa?? " keponya
" Buat kee... Warnet " kataku yang sudah pasrah
" Appaaaa!!?? Ke Warnettt!!??? !@#$%^&@$%^&Q(*&#$%^&@*(*&^%... " masih banyak lagi ocehannya.

Dan mulai sejak itu, gue nggak dikasih ke warnet. tetapi saat itu juga, gue diam-diam ngumpulin duit buat pergi kewarnet.. ckckck sadis banget yak cara gue. Tapi pas udah berhasil ngumpulin duit, gue pergi kewarnet sama temen gue. Terus gue nemuin layar kayak yang dibawah ini :



Terus dalam hati, "Waduh! ini apaan lagi?? Mana gua tau yang gini-ginian". Gue liat kiri-kanan semuanya pada Asyik main game. Tiba-tiba ada yang baru datang. Kesempatan yang baik. gue ngintip deh, Oh ternyata Klik Personal-Ketik Nama kita-Masuk. Wih keren. Gue bangga banget bisa kayak orang-orang yang bisa main komputer. langsung deh klik icon Mozilla Firefox. Pas gua buka, ada tulisan Google. Gue bingung. dan gue tanyain deh ketemen gue. 
" Ini apaan sih?? " kataku
" Oo, itu Google untuk cari apa yang kita mau cari gitu "
" Oo, gitu. eh tapi gue mau main game yang kayak lu deh ( Game di Facebook ) "
" Tapi lu punya nggak akun Facebook?? " tanya temen gue.
Hening. dalam hati " facebook?? apaan tuh facebook? ". gue masih lama mikir. temen gue cengo' ngeliatin gue.
" Punya nggak!? " Bentak teman gue
" Ahm.. sebenarnya, gue belum tau komputer, internet, apa lagi itu tuh facebook! mana gue tauu! " kataku sambil malu.
" Adohh! nam, nam.. bilang ke' dari tadi. Nih gue bikinin facebook lu ya!? "
" Bolehh! eh tapi, facebook itu apaan sih? " tanyaku sambil malu.
" facebook itu adalah .......... " panjang penjelasannya.
" Oo! itu yah yang namanya facebook! " kataku ke temen padahal belum ngerti-ngerti.

Temen gue itu pintar banget komputernya. Pada saat itu juga, facebook gue dibikinin sama dia. Selama kurang lebih 10 Menit, facebook gue udah jadi deh. Dan namanya Anam Poakang (Sampai Sekarang). Keren kan!. langsung gue Pencarian di facebook nama game itu, dan Gue bisa mainin permainan itu. Dari jam 08.27 pagi - 17.45 sore gue internetan di Warnet. Gue lupa waktu. Pas liat jam (menunjukkan pukul 17.45 sore) 
" Astagfirullahalazim!! Sudah jam setengah enam?? "
Gue pun bergegas untuk pulang. dalam hati gue pasti nanti kena marah. Adoohh! memang gue parah bener. Jarak warnet sama rumah gue itu nggak jauh kok. mungkin sedekat dari Jakarta ke Raja Ampat. Hahaha Becanda.. Jaraknya kurang lebih 10 m kok. Saat sampai rumah, Bapak, Mama, Kakak, Bibi gue udah pada nungguin didpean teras. "Adoh, gue harus bilang apa yah?". Dalam hati. Tiba-tiba..
" Dari mana kamu, Anam!? " bentak bapakku.
" Daaarrrrii... hmm.. Warnet pp-ppakk.. " berbata-bata
" Apa?? dari warnet!? warnet apa yang dari pagi pergi itu baru pulang sekarang?? " teriaknya
" Lupa waktu.. " jujur aku berkata
" Kamu ini.............................. " panjang ceritanya.

Semenjak itu gue nggak pernah lagi ke Warnet. tapi sekarang, sakingnya makin modern, nggak perlu lagi ke Warnet. Sekarang uda Ada WiFi, Modem, dll. Sekian cerita Gue, Wasalam.